Pertanyaan pertama yang sering diajukan ketika perusahaan merencanakan pelatihan leadership adalah, “Berapa biaya per pesertanya?”
Pertanyaan itu penting, tetapi belum cukup.
Harga tiket paling murah belum tentu menghasilkan biaya keseluruhan yang paling rendah. Sebaliknya, program dengan nilai investasi lebih besar belum tentu mahal jika dapat melatih lebih banyak peserta, menggunakan kasus perusahaan, dan mempercepat penerapan di tempat kerja.
Karena itu, keputusan antara in-house training dan kelas publik sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga yang tercantum dalam brosur.
Organisasi perlu mempertimbangkan jumlah peserta, kesenjangan kompetensi, kebutuhan kustomisasi, kerahasiaan kasus, lokasi, jadwal, biaya perjalanan, serta perubahan perilaku yang ingin dicapai setelah pelatihan.
Format yang paling efisien bukanlah format yang paling murah. Format paling efisien adalah format yang memberikan hasil paling relevan dengan penggunaan sumber daya yang paling masuk akal.
Mulailah dari Kebutuhan, Bukan dari Format
Sebelum membandingkan in-house dan kelas publik, organisasi perlu menentukan masalah yang ingin diselesaikan.
Apakah perusahaan ingin menyiapkan calon supervisor? Apakah para manajer mengalami kesulitan melakukan delegasi? Apakah keputusan terlalu terpusat? Apakah konflik antardivisi mulai mengganggu pekerjaan? Atau apakah organisasi sedang menyiapkan succession plan?
Menurut U.S. Office of Personnel Management, training needs assessment membantu mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja yang dibutuhkan dan kinerja saat ini. Proses tersebut juga membantu organisasi mengarahkan sumber daya pada kebutuhan yang paling penting.
Training needs assessment sederhana dapat dimulai dengan lima pertanyaan:
- Hasil organisasi apa yang ingin diperbaiki?
- Perilaku apa yang perlu dilakukan secara berbeda?
- Kompetensi apa yang belum memadai?
- Siapa yang membutuhkan pengembangan?
- Hambatan apa yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui pelatihan?
Pertanyaan kelima sangat penting. Tidak semua persoalan kinerja disebabkan oleh kurangnya kompetensi.
Target yang tidak jelas, beban kerja tidak realistis, proses yang buruk, sistem penghargaan yang tidak konsisten, atau kewenangan yang tumpang tindih tidak akan selesai hanya dengan mengirim peserta ke ruang pelatihan.
Pelatihan dapat membangun kemampuan. Namun, organisasi tetap perlu memperbaiki sistem yang menghambat kemampuan tersebut digunakan.
Apa yang Dimaksud dengan Kelas Publik?
Kelas publik adalah pelatihan yang dibuka untuk peserta dari berbagai perusahaan atau institusi. Jadwal, kota, topik utama, durasi, dan struktur program ditentukan oleh penyelenggara.
Peserta dapat mengikuti program secara individual maupun bersama beberapa rekan dari organisasinya.
Dalam kelas publik, peserta biasanya bertemu dengan supervisor, manajer, profesional HR, pemilik usaha, atau calon pemimpin dari berbagai sektor. Perbedaan pengalaman tersebut menjadi salah satu sumber pembelajaran.
Program roadshow Powerful Leader, misalnya, diselenggarakan dalam format kelas publik di enam kota Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta:
- Semarang.
- Surakarta.
- Yogyakarta.
- Purwokerto.
- Tegal.
- Kudus.
Informasi venue diberikan kepada peserta yang telah terkonfirmasi. Jadwal dan penawaran terkini dapat dilihat melalui halaman program.
Apa yang Dimaksud dengan In-House Training?
In-house training adalah pelatihan yang diselenggarakan secara khusus untuk satu perusahaan atau institusi.
Pelatihan dapat dilakukan di lokasi klien atau tempat lain yang disepakati. Jadwal, studi kasus, penekanan materi, metode, serta tingkat kedalaman pembahasan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Format ini memungkinkan peserta berasal dari:
- Satu jenjang jabatan.
- Beberapa divisi yang saling bekerja sama.
- Kelompok calon supervisor.
- Para supervisor dan manajer.
- Tim proyek.
- Talent pool atau calon penerus.
- Pimpinan cabang atau unit kerja.
Karena seluruh peserta berasal dari organisasi yang sama, diskusi dapat diarahkan pada konteks kerja yang lebih spesifik.
Perbandingan In-House dan Kelas Publik
| Faktor | Kelas publik | In-house training |
|---|---|---|
| Peserta | Berasal dari berbagai organisasi | Berasal dari satu institusi |
| Jumlah ideal | Individu atau kelompok kecil | Kelompok atau cohort internal |
| Materi | Mengikuti kurikulum program | Dapat disesuaikan dengan kebutuhan |
| Studi kasus | Umum dan lintas industri | Dapat menggunakan kasus organisasi |
| Jadwal | Mengikuti jadwal penyelenggara | Dapat dirundingkan dengan klien |
| Lokasi | Di kota dan venue penyelenggara | Dapat dilaksanakan di tempat klien |
| Kerahasiaan | Kasus sensitif perlu disamarkan | Lebih leluasa membahas konteks internal |
| Networking | Kuat karena lintas industri | Terfokus pada kolaborasi internal |
| Biaya | Efisien untuk sedikit peserta | Berpotensi lebih efisien untuk kelompok |
| Transfer ke pekerjaan | Memerlukan tindak lanjut individu | Dapat dirancang sebagai agenda bersama |
| Keseragaman bahasa | Peserta membawa konsep ke organisasi masing-masing | Peserta memperoleh kerangka dan istilah yang sama |
| Fleksibilitas | Relatif terbatas | Lebih tinggi dan dapat dinegosiasikan |
Tidak ada format yang selalu lebih unggul. Keduanya melayani kebutuhan yang berbeda.
Kapan Kelas Publik Lebih Efisien?
1. Peserta Hanya Satu sampai Beberapa Orang
Jika organisasi baru ingin mengembangkan satu atau dua calon supervisor, membayar satu paket in-house mungkin belum menjadi pilihan paling efisien.
Kelas publik memungkinkan perusahaan membeli kursi sesuai kebutuhan tanpa harus membentuk satu kelompok internal.
2. Organisasi Membutuhkan Jadwal yang Sudah Tersedia
Kelas publik memiliki jadwal yang telah ditetapkan. Perusahaan cukup memilih kota dan tanggal yang sesuai, kemudian mendaftarkan peserta.
Format ini berguna ketika kebutuhan pengembangan perlu dilaksanakan segera dan proses koordinasi internal tidak boleh terlalu panjang.
3. Peserta Membutuhkan Perspektif Lintas Industri
Diskusi dengan peserta dari perusahaan lain dapat memperluas cara pandang.
Seorang supervisor manufaktur mungkin memperoleh perspektif baru dari peserta bidang jasa. Manajer institusi pendidikan dapat belajar dari pendekatan pengelolaan tim di perusahaan distribusi.
Peserta juga dapat melihat bahwa tantangan seperti delegasi, konflik, produktivitas, dan coaching tidak hanya terjadi di organisasinya.
4. Kasus Internal Terlalu Sensitif untuk Dibahas Bersama Rekan Kerja
Dalam situasi tertentu, peserta justru lebih nyaman melakukan refleksi bersama orang dari organisasi lain. Mereka dapat membahas pengalaman dengan menyamarkan identitas dan informasi sensitif.
5. Perusahaan Ingin Menguji Relevansi Program
Organisasi dapat mengirim beberapa perwakilan terlebih dahulu untuk menilai kualitas trainer, metode, dan relevansi materi.
Setelah memperoleh pengalaman langsung, organisasi dapat mempertimbangkan pelaksanaan in-house untuk kelompok yang lebih luas.
Keunggulan Kelas Publik
Kelas publik memberikan beberapa manfaat:
- Pendaftaran relatif sederhana.
- Tidak memerlukan jumlah peserta minimum dari satu perusahaan.
- Tersedia interaksi lintas industri.
- Jadwal dan kurikulum telah disiapkan.
- Peserta dapat membangun jejaring profesional.
- Perusahaan dapat mengembangkan individu tertentu secara selektif.
- Biaya awal lebih ringan untuk kelompok kecil.
- Tidak membutuhkan pengelolaan acara secara penuh oleh HR internal.
Namun, perusahaan tetap perlu menyiapkan tindak lanjut. Peserta sebaiknya diminta menyusun action plan, mempresentasikan hasil pembelajaran, dan menerapkan satu atau dua keterampilan setelah kembali bekerja.
Tanpa tindak lanjut, wawasan dari kelas publik berisiko berhenti sebagai pengalaman individual.
Keterbatasan Kelas Publik
Kelas publik memiliki beberapa batasan yang perlu dipertimbangkan.
Materi Tidak Dapat Diubah Sepenuhnya
Trainer dapat menyesuaikan contoh berdasarkan peserta yang hadir, tetapi kurikulum utama tetap harus melayani kebutuhan seluruh kelas.
Waktu Membahas Kasus Perusahaan Terbatas
Peserta tidak dapat menggunakan seluruh waktu pelatihan untuk membahas persoalan internal organisasinya.
Peserta Mungkin Berada pada Tingkat Kesiapan Berbeda
Dalam satu kelas dapat hadir calon supervisor, supervisor baru, manajer berpengalaman, dan pemilik usaha. Keberagaman tersebut memperkaya diskusi, tetapi kebutuhan setiap peserta tidak selalu sama.
Terdapat Biaya Perjalanan
Jika kota pelaksanaan berada di luar lokasi peserta, organisasi perlu memperhitungkan transportasi, akomodasi, uang harian, dan waktu perjalanan.
Penerapan Bergantung pada Dukungan Internal
Peserta mungkin memahami konsep delegasi atau coaching, tetapi tidak dapat menerapkannya apabila atasan dan sistem organisasi belum mendukung.
Kapan In-House Training Lebih Efisien?
1. Peserta Berasal dari Satu Organisasi dalam Jumlah Cukup Banyak
Semakin banyak peserta, semakin relevan perbandingan antara biaya kelas publik per orang dan biaya paket in-house.
In-house training dapat menghasilkan biaya rata-rata per peserta yang lebih efisien karena nilai paket dibagi kepada seluruh peserta.
2. Organisasi Membutuhkan Materi yang Disesuaikan
Perusahaan mungkin tidak hanya membutuhkan materi leadership umum, tetapi ingin memberikan perhatian lebih pada:
- Delegasi dan pemberian kewenangan.
- Pengambilan keputusan.
- Konflik antardivisi.
- Coaching untuk meningkatkan kinerja.
- Penetapan KPI.
- Trust dan kolaborasi.
- Succession plan.
- Kepemimpinan dalam perubahan.
- Studi kasus pelanggan atau operasional.
Kustomisasi membuat waktu pelatihan lebih terfokus pada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan.
3. Perusahaan Ingin Menggunakan Kasus Nyata
In-house training memungkinkan trainer mempelajari situasi organisasi sebelum pelaksanaan.
Kasus dapat diolah menjadi simulasi, diskusi, role-play, atau latihan pengambilan keputusan. Identitas individu tetap dapat disamarkan agar pembahasan tidak berubah menjadi forum saling menyalahkan.
4. Organisasi Memerlukan Bahasa Kepemimpinan yang Sama
Jika supervisor dari berbagai divisi menggunakan pendekatan berbeda, koordinasi dapat menjadi sulit.
Melalui in-house training, peserta mempelajari kerangka yang sama mengenai:
- Tingkat delegasi.
- Cara memberikan feedback.
- Struktur percakapan coaching.
- Proses pengambilan keputusan.
- Penyelesaian konflik.
- Penyusunan action plan.
Kesamaan bahasa mempermudah tindak lanjut setelah pelatihan.
5. Jadwal dan Lokasi Perlu Lebih Fleksibel
Program dapat diselenggarakan di tempat klien sehingga peserta tidak perlu melakukan perjalanan ke kota lain.
Tanggal pelaksanaan juga dapat dirundingkan agar tidak mengganggu periode operasional yang penting.
6. Kasus Memerlukan Kerahasiaan
Persoalan antarunit, perubahan struktur, succession plan, kegagalan proyek, dan konflik kepemimpinan tidak selalu tepat dibahas dalam kelas publik.
In-house training memberikan ruang lebih terkendali untuk mendiskusikan kasus tersebut.
Keunggulan In-House Training
Beberapa keunggulan utama format in-house adalah:
- Materi dapat disesuaikan.
- Jadwal lebih fleksibel.
- Pelaksanaan dapat dilakukan di tempat klien.
- Tidak ada perjalanan bagi seluruh peserta.
- Kasus organisasi dapat dibahas lebih mendalam.
- Peserta memperoleh kerangka kerja yang sama.
- Diskusi dapat diarahkan pada kolaborasi lintas fungsi.
- Action plan dapat disusun sebagai agenda organisasi.
- Biaya rata-rata berpotensi lebih efisien untuk kelompok.
- Manajemen dapat menentukan indikator tindak lanjut yang sama.
Pada program Powerful Leader, opsi in-house disediakan dalam format full-day untuk maksimal 25 peserta dari satu perusahaan atau institusi.
Biaya kerja sama berada pada kisaran Rp15 jutaan dan bersifat negotiable atau dapat dirundingkan. Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Biaya tersebut di luar pajak, transportasi, dan akomodasi trainer. Karena itu, nilai final perlu dituangkan dalam proposal berdasarkan lokasi, kebutuhan kustomisasi, serta kesepakatan pelaksanaan.
Keterbatasan In-House Training
In-house training juga bukan pilihan otomatis untuk semua organisasi.
Membutuhkan Persiapan Lebih Banyak
HR, manajemen, dan trainer perlu menyepakati tujuan, profil peserta, kasus, jadwal, fasilitas, dan tindak lanjut.
Hierarki Dapat Membatasi Keterbukaan
Peserta mungkin tidak leluasa berbicara ketika atasan langsung berada dalam kelompok yang sama.
Fasilitator perlu membuat aturan diskusi, menggunakan kasus anonim, atau mengatur komposisi kelompok dengan cermat.
Perspektif Eksternal Lebih Terbatas
Karena seluruh peserta berasal dari satu institusi, pengalaman yang muncul cenderung berada dalam konteks organisasi yang sama.
Trainer perlu membawa contoh lintas industri agar peserta tidak terjebak dalam asumsi internal.
Risiko Menjadi Kegiatan Seremonial
Organisasi kadang mengumpulkan banyak peserta agar biaya per orang terlihat murah, tetapi tidak menyeleksi siapa yang benar-benar membutuhkan pelatihan.
Hasilnya, kelas menjadi terlalu heterogen dan sebagian peserta tidak memiliki kesempatan menerapkan materi.
Training Tidak Dapat Menggantikan Perbaikan Sistem
Jika masalah utama berasal dari struktur, kebijakan, beban kerja, atau ketidakjelasan kewenangan, organisasi tetap perlu melakukan intervensi manajemen.
Hitung Total Cost, Bukan Hanya Harga Tiket
Perbandingan biaya sebaiknya menggunakan total cost of participation.
Rumus Biaya Kelas Publik
Total kelas publik = biaya pelatihan per peserta × jumlah peserta + transportasi peserta + akomodasi peserta + uang perjalanan + biaya waktu kerja
Rumus Biaya In-House
Total in-house = biaya paket + pajak + transportasi dan akomodasi trainer + fasilitas pelatihan + konsumsi + biaya waktu kerja peserta
Setelah menghitung total, bandingkan dengan hasil yang diharapkan.
Contohnya, mengirim sepuluh peserta ke kota lain dapat menimbulkan biaya perjalanan dan akomodasi yang cukup besar. Dalam situasi tersebut, menghadirkan trainer ke tempat klien dapat menjadi pilihan lebih efisien.
Sebaliknya, apabila peserta hanya dua orang dan lokasi kelas publik mudah dijangkau, membeli dua kursi kemungkinan lebih masuk akal daripada menyelenggarakan satu kelas internal.
Cara Menghitung Titik Efisiensi
Gunakan perhitungan berikut:
Jumlah peserta × total biaya publik per peserta
Bandingkan dengan:
Total biaya paket in-house dan seluruh biaya pendukung
Jika biaya kelas publik mulai mendekati atau melampaui biaya in-house, evaluasi manfaat tambahan dari format internal:
- Apakah materi dapat dikustomisasi?
- Apakah kasus internal perlu dibahas?
- Apakah peserta membutuhkan kerangka kerja yang sama?
- Apakah biaya perjalanan dapat dihilangkan?
- Apakah tindak lanjut dapat dikoordinasikan lebih mudah?
Jangan hanya melihat titik impas finansial. Perhitungkan juga relevansi dan kemungkinan penerapan.
Matriks Keputusan Cepat
Pilih Kelas Publik Jika:
- Peserta hanya satu sampai beberapa orang.
- Organisasi ingin memperoleh perspektif lintas industri.
- Jadwal roadshow sudah sesuai.
- Materi standar telah memenuhi kebutuhan.
- Perusahaan ingin mencoba program terlebih dahulu.
- Kasus internal tidak perlu dibahas secara mendalam.
- Biaya perjalanan relatif kecil.
Pilih In-House Jika:
- Peserta berasal dari satu institusi dalam jumlah cukup banyak.
- Organisasi membutuhkan kustomisasi.
- Kasus bersifat spesifik atau sensitif.
- Jadwal publik tidak sesuai.
- Pelaksanaan perlu dilakukan di lokasi klien.
- Perusahaan ingin membangun bahasa kepemimpinan yang sama.
- Manajemen membutuhkan action plan bersama.
- Biaya rata-rata per peserta lebih efisien.
Pertimbangkan Kombinasi Keduanya Jika:
- Perusahaan ingin menguji program melalui kelas publik.
- Beberapa key person perlu belajar lebih dahulu.
- Organisasi kemudian ingin melakukan internal rollout.
- Peserta kelas publik akan menjadi sponsor penerapan.
- In-house digunakan untuk menyelesaikan tantangan khusus organisasi.
Sepuluh Pertanyaan Sebelum Menentukan Format
Sebelum menyetujui proposal, tanyakan:
- Masalah kinerja apa yang ingin diperbaiki?
- Siapa yang benar-benar membutuhkan pelatihan?
- Berapa jumlah peserta yang akan dilibatkan?
- Apakah peserta membutuhkan materi yang sama?
- Seberapa spesifik kasus yang perlu dibahas?
- Apakah terdapat informasi yang harus dijaga kerahasiaannya?
- Apakah peserta perlu bertemu profesional dari organisasi lain?
- Berapa total biaya perjalanan dan waktu kerja?
- Apa yang harus dilakukan peserta setelah pelatihan?
- Bagaimana organisasi akan mengukur penerapannya?
Jawaban atas pertanyaan tersebut biasanya membuat pilihan format menjadi lebih jelas.
Jangan Mengukur Efisiensi Hanya dari Jumlah Peserta
Kelas dengan 25 peserta belum tentu lebih efisien daripada kelas dengan 10 peserta jika sebagian besar tidak membutuhkan materi atau tidak memiliki kesempatan menerapkannya.
Efisiensi pelatihan perlu dilihat melalui beberapa lapisan:
- Ketepatan sasaran peserta.
- Relevansi materi.
- Penguasaan konsep dan keterampilan.
- Penerapan di tempat kerja.
- Perubahan perilaku.
- Dampak terhadap hasil tim.
- Biaya keseluruhan program.
Panduan evaluasi dari OPM menekankan pentingnya melihat apakah pembelajaran diterapkan pada pekerjaan dan apakah penerapannya berkontribusi terhadap hasil organisasi. Jumlah peserta dan tingkat kepuasan saja belum cukup menunjukkan efektivitas.
Rancang Tindak Lanjut Sebelum Pelatihan Dimulai
Format apa pun yang dipilih, penerapan perlu dirancang sejak awal.
Beberapa bentuk tindak lanjut yang dapat digunakan antara lain:
- Action plan 30 hari.
- Pertemuan dengan atasan setelah pelatihan.
- Penugasan delegasi.
- Praktik coaching dengan anggota tim.
- Review pengambilan keputusan.
- Peer learning.
- Presentasi hasil kepada manajemen.
- Evaluasi perilaku setelah 30–90 hari.
- Monitoring indikator kinerja yang relevan.
CIPD menekankan bahwa metode pembelajaran perlu mendukung individu, tim, dan organisasi dalam membangun kemampuan serta mendorong kinerja. Artinya, pemilihan format harus dihubungkan dengan cara kompetensi akan digunakan setelah peserta meninggalkan ruang kelas.
Roadshow atau In-House Powerful Leader?
Powerful Leader menyediakan dua jalur yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
Roadshow kelas publik sesuai bagi perusahaan yang ingin mengirim peserta secara individual atau dalam kelompok kecil, memperoleh perspektif lintas organisasi, dan mengikuti jadwal di salah satu dari enam kota.
In-house training sesuai bagi perusahaan atau institusi yang ingin menyelenggarakan full-day workshop di tempat klien, melibatkan maksimal 25 peserta, menggunakan studi kasus internal, serta menyesuaikan materi dengan kebutuhan organisasi.
Informasi jadwal, kota, materi, pilihan paket, dan konsultasi format tersedia melalui pilihan roadshow dan in-house Powerful Leader.
Biaya in-house dapat dirundingkan berdasarkan kebutuhan materi dan lokasi pelaksanaan. Ketentuan pajak, transportasi, serta akomodasi dibicarakan secara transparan dalam proposal kerja sama.
Pilih Format Berdasarkan Dampak yang Ingin Diciptakan
Kelas publik unggul dalam akses, keberagaman perspektif, dan efisiensi untuk sedikit peserta.
In-house training unggul dalam kustomisasi, pembahasan kasus internal, fleksibilitas, dan efisiensi bagi kelompok dari satu institusi.
Tidak ada pilihan yang berlaku untuk semua keadaan.
Jika perusahaan hanya membutuhkan pengembangan satu atau dua orang, kelas publik dapat menjadi keputusan yang tepat. Jika organisasi ingin membangun kemampuan bersama, menyelesaikan kasus internal, dan melibatkan banyak pemimpin, in-house kemungkinan memberikan nilai lebih besar.
Pada akhirnya, keputusan terbaik bukan ditentukan oleh format yang terlihat paling murah.
Keputusan terbaik ditentukan oleh pertanyaan yang lebih strategis:
Format mana yang paling memungkinkan peserta mengubah cara memimpin setelah pelatihan selesai?
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan utama in-house training dan kelas publik?
Kelas publik diikuti peserta dari berbagai organisasi dengan jadwal dan kurikulum yang ditentukan penyelenggara. In-house diselenggarakan khusus untuk satu institusi dengan materi, jadwal, serta kasus yang dapat disesuaikan.
Berapa jumlah peserta yang cocok untuk in-house Powerful Leader?
Program in-house Powerful Leader dirancang untuk maksimal 25 peserta dari satu perusahaan atau institusi.
Apakah materi in-house dapat disesuaikan?
Ya. Penekanan materi, latihan, diskusi, dan studi kasus dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi berdasarkan hasil komunikasi atau asesmen awal.
Berapa biaya in-house Powerful Leader?
Biaya kerja sama berada di kisaran Rp15 jutaan untuk format full-day dan bersifat negotiable. Biaya tersebut di luar pajak, transportasi, dan akomodasi trainer.
Apakah pelaksanaan harus dilakukan di Semarang?
Tidak. In-house training dapat dilaksanakan di tempat klien sesuai kesepakatan. Program kelas publik tersedia melalui roadshow di Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, dan Kudus.
Kapan kelas publik lebih hemat?
Kelas publik biasanya lebih hemat ketika peserta hanya satu sampai beberapa orang, tidak membutuhkan kustomisasi khusus, dan dapat menjangkau kota pelaksanaan tanpa biaya perjalanan besar.
Kapan in-house lebih hemat?
In-house berpotensi lebih hemat ketika jumlah peserta cukup banyak, biaya perjalanan kelas publik tinggi, atau organisasi membutuhkan materi dan studi kasus yang disesuaikan.
Apakah biaya in-house dapat dinegosiasikan?
Ya. Seluruh biaya kerja sama in-house dapat dibicarakan berdasarkan ruang lingkup materi, lokasi, kebutuhan pelaksanaan, dan fasilitas yang disediakan klien.
Apakah peserta kelas publik mendapatkan materi yang sama dengan in-house?
Kedua format menggunakan kerangka inti Powerful Leader. Pada format in-house, porsi materi, studi kasus, dan latihan dapat disesuaikan lebih jauh dengan kebutuhan perusahaan.
Bagaimana memilih format jika perusahaan masih ragu?
Perusahaan dapat mengirim beberapa peserta ke kelas publik terlebih dahulu, kemudian mengevaluasi relevansi program. Jika dibutuhkan pengembangan untuk kelompok lebih besar, program dapat dilanjutkan melalui format in-house.