site stats True Story | Training Center Semarang
Northamptonshire, Orang yang kerap di-bully bisa jadi semakin rendah diri. Tak jarang korban bullying merasa begitu putus asa hingga ada yang memilih mengakhiri hidup. Itulah yang dialami Ollie Forsyth (17).Ollie mulanya bersekolah di sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, karena dirinya memiliki disleksia. Disleksia adalah kelainan neurobiologis di mana seseorang tidak mampu belajar dengan baik karena kesulitan mengenali kata dengan tepat atau rendahnya akurasi dalam membaca.

Kemudian pria asal Pury End, Northamptonshire, masuk ke sekolah umum. Namun Ollie merasa seperti masuk ke kandang harimau. Di sekolah itu dia mengalami bullying dan cyber bullying, sehingga dia merasa itulah tiga tahun paling buruk dalam hidupnya.

Ollie tadinya tidak mengatakan apa yang dialaminya itu. Namun karena tidak tahan akhirnya dia mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan guru pembimbing. Setelah mendengar kisah Ollie, pembimbing itu menyemangatinya untuk tidak menyerah. “Suatu hari nanti kamu akan jadi miliarder,” begitu si pembimbing berusaha menyemangati Ollie, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (29/9/2015).

Baca juga: Bullying di Kantor Juga Bisa Tingkatkan Risiko untuk Bunuh Diri

Kata-kata si pembimbing begitu tergiang di telinga Ollie. Dia pun terdorong untuk menjadi orang sukses. “Saya diganggu banyak orang sehingga saya ingin mengakhiri hidup. Tapi saya berkata pada diri saya sendiri ‘Saya akan jadi jutawan pada suatu hari nanti dan mereka yangtelah mengganggu sayalah yang akan bekerja untuk saya’,” tutur Ollie.

Di usia 13 tahun, Ollie memulai bisnis pertamanya dengan melakukan penjualan barang melalui internet. Tokonya diberi nama Ollie Shop. Di tahun pertama, Ollie membukukan keuntungan sekitar Rp 290 juta. Di tahun-tahun selanjutnya, dia bisa meraup untung Rp 670 juta lebih, dan keuntungannya hampir selalu berlipat dari sebelumnya.

Ollie juga punya beberapa usaha lain yang jadi ‘mesin pencetak uangnya’. Bisnis pencucian mobil, jual sayuran hasil kebun orang tuanya, juga toko yang menjual makanan di sekolah. Semua itu dalam setahun memasok sekitar Rp 155 juta dalam dompet Ollie.

Selain itu sejumlah proyek menarik juga tengah dilakoninya. Misalnya saja dia akan meluncurkan agensi kreatif digital yang memiliki lebih dari 40 klien potensial, termasuk selebriti. Ollie pun menjalankan bisnis media melalui majalah The Budding Entrepreneur di Inggris, Amerika Serikat dan Jerman.

Baca juga: Segudang Manfaat Senyum untuk Anak, Hindari Bullying Hingga Bikin Pede

Foto: Facebook Ollie

Ollie juga memiliki bisnis terkait dengan pipa yang diprediksi bisa meraup 10 juta pound sterling dalam tiga tahun. Atas kemampuannya, Ollie bahkan terpilih untuk mendapat penghargaan The Great British Entrepreneurs.

Atas pencapaian-pencapaiannya, Ollie pun kerap diundang untuk menjadi pembicara di sekolah-sekolah. Bagi Ollie saat ini, sangat menarik rasanya karena dulu dirinya tidak punya banyak teman di sekolah namun saat ini para siswa justru memintanya melakukan sesuatu untuk mereka. Ollie sama sekali tidak keberatan.

“Ini justru membuktikan pada para bully bahwa saya bukanlah suatu kegagalan,” ucapnya.

(vit/up)

#Repost
Artikel ditulis oleh

Nurvita Indarini – detikHealth
Selasa, 29/09/2015 11:50 WIB
Share →
Get an awesome e-proposal from trainingsemarang comDownload